<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486</id><updated>2011-09-01T14:10:00.880+07:00</updated><title type='text'>Artikel Dunia Islam</title><subtitle type='html'>Personal Website of Dharma Maruli .T</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-4336748237692654256</id><published>2008-10-23T11:39:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T11:40:38.691+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Malam Pertama</title><content type='html'>Satu hal sebagai bahan renungan Kita...&lt;br /&gt;Tuk merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt;Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata&lt;br /&gt;Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut&lt;br /&gt;Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara&lt;br /&gt;Hari itu...mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt;Mandipun...harus dimandikan&lt;br /&gt;Seluruh badan Kita terbuka....&lt;br /&gt;Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .&lt;br /&gt;Tak Ada sedikitpun rasa malu...&lt;br /&gt;Seluruh badan digosok Dan dibersihkan&lt;br /&gt;Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan&lt;br /&gt;Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...&lt;br /&gt;Itulah sosok Kita....&lt;br /&gt;Itulah jasad Kita waktu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dimandikan.. .,&lt;br /&gt;Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih&lt;br /&gt;Kain itu ....jarang orang memakainya..&lt;br /&gt;Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan&lt;br /&gt;Wewangian ditaburkan ke baju Kita...&lt;br /&gt;Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan&lt;br /&gt;Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita&lt;br /&gt;Keranda pelaminan... langsung disiapkan&lt;br /&gt;Pengantin bersanding sendirian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga&lt;br /&gt;Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul&lt;br /&gt;Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga&lt;br /&gt;Serta rasa haru para handai taulan&lt;br /&gt;Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir&lt;br /&gt;Akad nikahnya bacaan talkin...&lt;br /&gt;Berwalikan liang lahat..&lt;br /&gt;Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan&lt;br /&gt;Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..&lt;br /&gt;Menunggu Dan ditinggal sendirian...&lt;br /&gt;Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan&lt;br /&gt;Malam pertama bersama KEKASIH..&lt;br /&gt;Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah&lt;br /&gt;Di kamar bertilamkan tanah..&lt;br /&gt;Dan ketika 7 langkah tlah pergi....&lt;br /&gt;Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...&lt;br /&gt;Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...&lt;br /&gt;Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....&lt;br /&gt;Kita tak tahu....Dan tak seorangpun yang tahu....&lt;br /&gt;Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... ..&lt;br /&gt;Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima&lt;br /&gt;Kita sungkan sekali meneteskan air mata...&lt;br /&gt;Seolah barang berharga yang sangat mahal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..&lt;br /&gt;Atau melemparkan dirimu ke neraka..&lt;br /&gt;Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...&lt;br /&gt;Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...&lt;br /&gt;Untuk disebut sebagai ahli syurga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-4336748237692654256?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/4336748237692654256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=4336748237692654256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/4336748237692654256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/4336748237692654256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2008/10/indahnya-malam-pertama.html' title='Indahnya Malam Pertama'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-95774061112875698</id><published>2007-12-06T15:34:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T15:05:20.346+07:00</updated><title type='text'>Uwais, seorang pemuda langit yg taat pada ibunya</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada zaman Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais Al-Qarni mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau.Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais Al-Qarni untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nab, segeralah engkau kembali pulang.”&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Betapa gembiranya hari Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa mnyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sampbil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., &lt;i&gt;“Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.” &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata,&lt;i&gt; “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia ?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdulla, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Wajah Uwais Al-Qarni”.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta doa pada kalian.”&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni ? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;Sumber : Kisah orang-orang sabar.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-95774061112875698?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/95774061112875698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=95774061112875698' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/95774061112875698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/95774061112875698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2007/12/uwais-seorang-pemuda-langit-yg-taat.html' title='Uwais, seorang pemuda langit yg taat pada ibunya'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-9017068252584898067</id><published>2007-10-03T12:23:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T14:13:47.852+07:00</updated><title type='text'>Menanti Malam 1000 Bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tak terasa setengah bulan Ramadhan telah terlewati. Bagaimana dengan ritual ibadah tambahan Anda, masih terus terjaga? Seperti biasa kita temui di awal puasa banyak masjid terlihat terisi penuh oleh jamaah shalat Tarawih. Namun menjelang minggu-minggu berikutnya barisan jamaah di mesjid terus berkurang.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Barangkali kita terlalu bersemangat di awal-awal puasa, hingga kurang bisa mengatur ‘energi’ untuk beribadah . Mungkin juga terlalu sibuk mengurus pekerjaan rumah atau mengalami kebosanan untuk terus menjaga ritual salat sunnah di mesjid. Yang pasti di bulan ini dan bulan-bulan lainnya, anjuran untuk mengerjakan ibadah dan berlomba-lomba dalam kebaikan perlu dirawat.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tentu pada ramadhan kali ini, kita tidak berharap ibadah yang tengah dilakukan menguap dengan sia-sia, alias hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Maka di pertengahan bulan ramadhan ini, Insya Allah, kita masih diberikan kesempatan untuk memadatkan dan merayakan ibadah-ibadah tambahan di malam hari. Tidakkah Anda menginginkan malam kedamaian dengan seribu bulan yang datang di sepuluh hari terakhir?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Telah disebutkan dalam Al Quran dalam surat Al Qadr, bahwa tiada malam yang mendapat sebutan indah dari Tuhan kecuali lailatul qadar. Yakni malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan. Malam itu memiliki kedudukan yang tinggi dan kemuliaan terhormat (&lt;em&gt;al manzilah ar rafi’ah&lt;/em&gt;), &lt;em&gt;lailatulbarakah &lt;/em&gt;(malam penuh berkah), &lt;em&gt;lailaturrahmah &lt;/em&gt;(malam penuh kasih sayang), &lt;em&gt;laylatussalam &lt;/em&gt;(malam penuh keselamatan). &lt;em&gt;Lailatulqadr &lt;/em&gt;adalah anugerah khusus yang diberikan Allah pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah untuk menjemputnya pada bulan Ramadhan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa shalat malam pada malam &lt;em&gt;lailatul qadr &lt;/em&gt;karena iman dan mengharapkan ridla Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu.”  Dari hadist riwayat Muttafaq ‘Alaih. Rasulullah selalu menganjurkan umatnya untuk selalu meraih malam itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Bagaimana memastikan kedatangan malam &lt;em&gt;lailatul qadr&lt;/em&gt;?  Dari hadist riwayat Bukhari Muslim, Nabi berkata, "Carilah dia (&lt;em&gt;lailatul qadar&lt;/em&gt;) pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil." Lebih khusus lagi, setiap tanggal ganjil yakni: 21, 23, 25, dan seterusnya. Ada satu pendapat yang mengatakan, &lt;em&gt;lailaltul qadr &lt;/em&gt;jatuh setiap 17 Ramadhan bertepatan dengan Nuzulul Quran. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Di sepuluh malam terakhir ini dianjurkan untuk memperpadat ibadah sunah, seperti salat Tahajud, zikir, salat hajat, &lt;em&gt;tadarus&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;I’tikaf&lt;/em&gt;, dan lainnya. Maka di bulan penuh berkah dan rahmat ini, semua umat muslim sedang menanti “bonus khusus” dari Allah, di mana malam itu penuh “cahaya kedamaian” hingga fajar menjelang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Selamat menanti dan meraih malam seribu bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-9017068252584898067?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/9017068252584898067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=9017068252584898067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/9017068252584898067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/9017068252584898067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2007/10/menanti-malam-1000-bulan.html' title='Menanti Malam 1000 Bulan'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116711629355231547</id><published>2006-12-26T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T14:07:57.553+07:00</updated><title type='text'>Nikah mut'ah, Zina Berkedok ...!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mungkin sebagian kita pernah mendengar ada seorang muslimah yang sangat aktif berdakwah dan berkumpul dalam kelompok-kelompok dakwah mengidap penyakit kemaluan semacam spilis atau lainnya. Itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi, kita tidak mengatakannya karena terjerumus ke dalam lembah hitam pelacuran, karena hal itu sangat jauh untuk di lakukan oleh mereka meskipun tidak mustahil, akan tetapi hal ini terjadi di sebabkan praktek nikah mut’ah atau nikah kontrak yang sesungguhnya telah dilarang dalam syariat Islam, yang mana nikah model ini membuat seorang wanita boleh bergonta ganti pasangan dalam nikah mut’ahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati fenomena yang sebenarnya sudah lama terjadi ini terutama di dunia kampus yang sudah kerasukan virus pemirikan nikah mut'ah, maka marilah kita berdoa&lt;strong&gt; semoga melalui tulisan ini Alloh &lt;em&gt;&lt;span class="highlight"&gt;Subhanalloh&lt;/span&gt;u wa Ta’ala &lt;/em&gt;memberikan petunjuk-Nya kepada kita menuju jalan yang lurus.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Mut’ah&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mut’ah berasal dari kata&lt;em&gt; tamattu’&lt;/em&gt; yang berarti bersenang-senang atau menikmati. Adapun secara istilah mut’ah berarti seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan memberikan sejumlah harta tertentu dalam waktu tertentu, pernikahan ini akan berakhir sesuai dengan batas waktu yang telah di tentukan tanpa talak serta tanpa kewajiban memberi nafkah atau tempat tinggal dan tanpa adanya saling mewariri antara keduanya meninggal sebelum berakhirnya masa nikah mu’ah itu. (Fathul Bari 9/167, Syarah shahih muslim 3/554, Jami’ Ahkamin Nisa’ 3/169).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Nikah Mut’ah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada awal perjalanan Islam, nikah mut’ah memang dihalalkan, sebagaimana yang tercantum dalam banyak hadits diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Abdullah bin Mas’ud: "&lt;em&gt;berkata: Kami berperang bersama Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedangkan kami tidak membawa istri istri kami, maka kami berkata bolehkan kami berkebiri? Namun Rasululloh melarangnya tapi kemudian beliau memberikan kami keringanan untuk menikahi wanita dengan mahar pakaian sampai batas waktu tertentu".&lt;/em&gt; (HR. Bukhari 5075, Muslim 1404).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Jabir bin Salamah: &lt;em&gt;"Dari Jabir bin Abdillah dan Salamah bin ‘Akwa berkata: Pernah kami dalam sebuah peperangan, lalu datang kepada kami Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata: Telah diizinkan bagi kalian nikah mut’ah maka sekarang mut’ahlah".&lt;/em&gt; (HR. Bukhari 5117).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Namun hukum ini telah dimansukh dengan larangan Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam&lt;/em&gt; untuk menikah mut’ah sebagaimana beberapa hadits diatas. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat kapan diharamkannya niakh mut’ah tersebut dengan perselisihan yang tajam, namun yang lebih rajih&lt;em&gt;-Wallahu a’lam&lt;/em&gt;- bahwa nikah mut’ah diharamkan pada saat fathu makkah tahun 8 Hijriyah.&lt;/strong&gt; Ini adalah tahqiq Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul Ma’ad 3/495, Al-Hafidl Ibnu Hajar dalam fathul bari 9/170, Syaikh Al-Albani dalam irwaul Ghalil 6/314.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Telah datang dalil yang amat jelas tentang haramnya nikah mut’ah, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hadits Ali bin Abi Thalib &lt;em&gt;Radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;"Dari Ali bin abi Thalib berkata: Sesungguhnya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang nikah mut’ah dan memakan daging himar jinak pada perang khaibar"&lt;/em&gt; (HR. Bukhari 5115, Muslim 1407).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani &lt;em&gt;Radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;"berkata:Rasululloh Shallallahu ‘alahi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah mut’ah pada waktu fathu makkah saat kami masuk Makkah kemudian beliau melarang kami sebelum kami keluar dari makkah. Dan dalam riwayat lain: Rasululloh bersabda: Wahai sekalian manusia, sesunggunya dahulu saya telah mengizinkan kalian nikah mut’ah dengan wanita. Sekarang Alloh telah mengharamkannya sampai hari kiamat, maka barangsiapa yang memiliki istri dari mut’ah maka hendaklah diceraikan"&lt;/em&gt; (HR. Muslim 1406, Ahmad 3/404).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Salamah bin Akhwa &lt;em&gt;Radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;"berkata:Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan keringanan keringanan untuk mut’ah selama tiga hari pada perang authos kemudian melarangnya"&lt;/em&gt; (HR. Muslim 1023).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syubhat dan Jawabannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang-orang yang berusaha untuk meracuni umat islam dengan nikah mut’ah, mereka membawa beberapa syubhat untuk menjadi tameng dalam mempertahankan tindakan keji mereka, tetapi tameng itu terlalu rapuh. Seandainya bukan karena ini telah mengotori fikiran sebagian pemuda ummat Islam maka kita tidak usah bersusah payah untuk membantahnya. Syubhat tersebut adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemikiran Mereka Yang Menafsirkan bahwa:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;: "&lt;em&gt;Maka apabila kalian menikahi mut’ah diantara mereka (para wanita) maka berikanlah mahar mereka"&lt;/em&gt; (QS. An-Nisa: 24).&lt;br /&gt;Juga karena Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/em&gt; jelas pernah membolehkan nikah mut’ah, padahal beliau tidak mungkin berbicara dengan dasar hawa nafsu akan tetapi berbicara dengan wahyu, dan oleh karena ayat ini adalah satu-satunya ayat yang berhubungan dengan nikah mut’ah maka hal ini menunjukkan akan halalnya nikah mut’ah. (Lihat Al-Mut’ah fil Islam oleh Al-Amili hal 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban Atas Syubhat ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Memang sebagian ulama’ manafsirkan &lt;em&gt;istamta’tum&lt;/em&gt; dengan nikah mut’ah, akan tetapi tafsir yang benar dari ayat ini apabila kalian telah menikahi wanita lalu kalian berjima’ dengan mereka maka berikanlah maharnya sebagaimana sebuah kewajiban atas kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ath Thabari setelah memaparkan dua tafsir ayat tersebut: &lt;strong&gt;Tafsir yang paling benar dari ayat tersebut adalah kalau kalian menikahi wanita lalu kalian berjima’ dengan mereka maka berikanlah maharnya,&lt;/strong&gt; karena telah datang dalil dari Rasululloh&lt;em&gt; Shallallahu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;akan haramnya nikah mut’ah. (Tafsir Ath-Thabati 8/175).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Al-Qurthubi: Tidak boleh ayat ini digunakan untuk menghalalkan nikah mut’ah karena Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘alahi wa Sallam&lt;/em&gt; telah mengharamkannya. (tafsir Al-Qurthubi 5/132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita menerima bahwa makna dari ayat tersebut adalah nikah mut’ah maka hal itu berlaku di awal Islam sebelum &lt;strong&gt;diharamkan&lt;/strong&gt;. (Al-Qurthubi 5/133, Ibnu Katsir 1/474).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesalahan Pemikiran Pendukung Nikah Mut'ah  Berikutnya adalah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadits Abdullah bin Mas’ud, Jabir bin Abdullah dan Salamah bin Akwa’ diatas menunjukkan bahwa nikah mut’ah halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka Jawaban atas Hal ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Semua hadits yang menunjukkan halalnya nikah mut’ah telah di mansukh. Hal ini sangat jelas sekali dengan sabda Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, &lt;/em&gt;yang artinya: "&lt;em&gt;Wahai sekalian manusia, sesungguhnya dahulu saya telah mengizinkan kalian mut’ah dengan wanita. Sekarang Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Berkata Imam Bukhari (5117) setelah meriwayatkan hadits Jabir dan Salamah: Ali telah menjelaskan dari Rasululloh bahwa hadits tersebut dimansukh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syubhat Berikutnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebagian para sahabat masih melakukan nikah mut’ah sepeninggal Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam&lt;/em&gt; sampai umar melarangnya, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, diantaranya:&lt;br /&gt;Dari jabir bin Abdullah berkata: Dahulu kita nikah mut’ah dengan mahar segenggam kurma atau tepung pada masa Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa sallam juga Abu Bakar sampai umar melarangnya.(Muslim 1023).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban bagi Seorang Muslim yang Taat Kepada Alloh &lt;em&gt;Ta'ala&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Jabir ini menunjukkan bahwa beliau belum mengetahui terhapusnya kebolehan mut’ah. Berkata Imam Nawawi: Riwayat ini menunjukkan bahwa orang yang masih melakukan nikah mut’ah pada Abu bakar da Umar belum mengetahui terhapusnya hukum tersebut. (Syarah Shahih Muslim 3/555, lihat pula fathul bari, zadul Ma’ad 3/462).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkataan yang salah dari salah seorang tokoh Nikah Mut'ah kontermporer:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak senua orang mampu untuk menikah untuk selamanya terutama para pemuda karena berbagai sebab, padahal mereka sedang mengalami masa puber dalam hal seksualnya, maka banyaknya godaan pada saat ini sangat memungkinkan mereka untuk terjerumus ke dalam perbuatan zina, oleh karena itu nikah mut’ah adalah solusi agar terhindar dari perbuatan keji itu. (lihat Al-Mut’ah fil Islam oleh husan Yusuf Al-Amili hal 12-14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban atas Syubhat ini adalah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ucapan ini salah dari pangkal ujungnya, cukup bagi kita untuk mengatakan tiga hal ini :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama:&lt;/strong&gt; bahwa mut’ah telah jelas keharamannya, dan sesuatu yang haram tidak pernah di jadikan oleh Allah sebagai obat dan solusi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua:&lt;/strong&gt; ucapan ini Cuma melihat solusi dari sisi laki-laki yang sedang menggejolak nafsunya dan tidak memalingkan pandangannya sedikitpun kepada wanita yang dijadikannya sebagai tempat pelampiasan nafsu syahwatnya, lalu apa bedanya antara mut’ah ini dengan pelacuran komersil????&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga:&lt;/strong&gt; islam telah memberikan solusi tanpa efek samping pada siapapun yaitu pernikahan yang bersifat abadi dan kalau belum mampu maka dengan puasa yang bisa menahan nafsunya, sebagaimana sabda Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/em&gt;, yang artinya: &lt;em&gt;"Wahai para pemuda, barang siapa yang mampu menikah maka hendaklah menikah, karena itu lebih bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah dia berpuasa karena itu bisa menjadi tameng baginya".&lt;/em&gt; (HR. Bukhari 5066, Muslim 1400). Wallahu a’lam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116711629355231547?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116711629355231547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116711629355231547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116711629355231547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116711629355231547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/12/nikah-mutah-zina-berkedok.html' title='Nikah mut&apos;ah, Zina Berkedok ...!'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116711602792345048</id><published>2006-12-26T13:49:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T14:16:01.451+07:00</updated><title type='text'>Perkawinan Sebuah Fitrah Kemanusiaan</title><content type='html'>Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; cocok dengan fitrah ini, karena itu Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.  Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;gharizah insaniyah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (naluri kemanusiaan). Bila &lt;em&gt;gharizah&lt;/em&gt; ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; , yang artinya: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS: Ar-Ruum: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Islam Menganjurkan Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik &lt;em&gt;radliyallahu 'anhu&lt;/em&gt; berkata, telah bersabda Rasululloh &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, yang artinya: &lt;em&gt;"Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi". &lt;/em&gt;(HR: Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Islam Tidak Menyukai Membujang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rasululloh &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik &lt;em&gt;radliyallahu 'anhu&lt;/em&gt; berkata: "Rasululloh &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/em&gt;memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau bersabda yang artinya: &lt;em&gt;"Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat".&lt;/em&gt; (HR: Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/em&gt;tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya .... Ketika hal itu didengar oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, beliau keluar seraya bersabda, yang artinya: &lt;em&gt;"Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku".&lt;/em&gt; (HR: Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf: "Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt;  yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt;  sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt;, misalnya ia berkata: "Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; dan hadits-hadits Rasululloh &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Alloh akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya, yang artinya: &lt;em&gt;"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". &lt;/em&gt;(QS: An-Nur: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menguatkan janji Alloh itu dengan sabdanya, yang artinya: &lt;em&gt;"Ada tiga golongan manusia yang berhak Alloh tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". &lt;/em&gt;(HR: Ahmad 2: 251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2: 160 dari shahabat Abu Hurairah &lt;em&gt;radliyallahu 'anhu&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud &lt;em&gt;radliyallahu 'anhu&lt;/em&gt; pernah berkata: "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan". (Tuhfatul 'Arus hal. 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116711602792345048?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116711602792345048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116711602792345048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116711602792345048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116711602792345048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/12/perkawinan-sebuah-fitrah-kemanusiaan.html' title='Perkawinan Sebuah Fitrah Kemanusiaan'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116697568134181387</id><published>2006-12-24T22:53:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T14:20:40.695+07:00</updated><title type='text'>Al-Qur’an bacaan yang Mahasempurna dan Mahamulia.</title><content type='html'>Al-Qur’an secara harfiah berarti “bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan”. Al-Qur’an – Al-Karim berarti “bacaan yang mahasempurna dan mahamulia”. Kemahamuliaan dan kemahasempurnaan “bacaan” ini agaknya tidak hanya dapat dipahami oleh para pakar, tetapi juga oleh semua orang yang menggunakan “sedikit” pikirannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tidak ada satu bacaan pun sejak peradaban baca tulis dikenal limaribu tahun yang lalu, yang dibaca oleh orang yang mengerti artinya, maupun tidak kecuali ”bacaan yang mahasempurna dan mulia ini.” Bahkan, anehnya, juara membaca nya adalah mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Al-Qur’an. Bukankah juara-juara MTQ tingkat internasional seringkali diraih oleh putra-putri bangsa kita ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an, yang dipelajari dan diketahui sejarahnya bukan sekadar secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi tahun, bulan masa dan musim turunnya malam atau siang, dalam perjalanan atau ditempat berdomisili penerimanya (Nabi saw), bahkan sebab-sebab serta saat-saat turunnya”.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an, yang dipelajari redaksinya, bukan hanya dari segi penetapan kata demi kata dalam susunannya serta pemilihan kata tersebut, tetapi mencakup arti kandungannya yang tersurat dan tersirat sampai kepada kesan-kesan yang ditimbulkannya dan yang dikenal dalam bidang studi Al-Qur’an dengan tafsir isyari. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an, yang dipelajari, dibaca, dan dipelihara aneka macam bacaannya yang jumlahnya lebih dari sepuluh serta ditetapkan tata cara membacanya mana yang harus dipanjangkan atau dipendekkan, dipertebal ucapannya atau diperhalus, dimana tempat-tempat berhenti yang boleh, yang dianjurkan atau dilarang, bahkan sampai pada lagu dan irama yang diperkenankan dan yang tidak. Bahkan lebih jauh lagi , sampai pada sikap dan etika membaca pun mempunyai aturan-aturan tersendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an, yang diatur dan dipelajari tata cara penulisannya, baik dari segi persesuaian dan perbedaannya dengan penulisan masa kini, sampai pada mencari rahasia perbedaan penulisan kata-kata yang sama seperti penulisan kata “bismi” yang pada wahyu pertama ditulis dengan menggunakan huruf alif setelah ba’. Sedangkan pada ucapan bismillah ditulis tanpa alif dan kemudian ditemukan pertimbangan-pertimbangan yang sangat mengagumkan dari perbedaan-perbedaan tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pernahkah anda mengetahui satu bacaan yang sifatnya seperti ini ? kalau tidak, wajarlah bila Kalam Ilahi yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw, ini dinamainya dengan Al-Qur’an, bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan. &lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116697568134181387?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116697568134181387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116697568134181387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116697568134181387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116697568134181387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/12/al-quran-bacaan-yang-mahasempurna-dan.html' title='Al-Qur’an bacaan yang Mahasempurna dan Mahamulia.'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116697556454770726</id><published>2006-12-24T22:50:00.000+07:00</published><updated>2006-12-24T22:52:44.726+07:00</updated><title type='text'>Memulai aktifitas dengan Basmalah</title><content type='html'>Mulailah segala aktifitas kita dengan mengucapkan basmalah. Dengan mengucapkan ucapan ini, kita bukan sekedar mengharapkan “berkah”, tetapi juga menghayati maknanya, sehingga dapat melahirkan sikap dan karya yang positif.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kata bi yang diterjemahkan “dengan”, oleh para ulama dikaitkan dengan kata “memulai”, sehingga pengucap basmalah pada hakikatnya berkata: “Dengan (atau demi) Allah saya memulai (pekerjaan ini).” Apabila kita menjadikan setiap pekerjaan kita “atas nama” dan “demi” Allah, maka pekerjaan tersebut pasti tidak akan mengakibatkan kerugian pihak lain. Karena pada saat itu kita  telah membentengi diri dan pekerjaan kita dari godaan nafsu serta ambisi pribadi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kata bi  juga dikaitkan dengan “kekuasaan dan pertolongan”, sehingga si pengucap menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya terlaksana atas kodrat (kekuasaan) Allah. Ia memohon bantuan-Nya agar pekerjaannya dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna. Dengan permohonan itu, di dalam jiwa si pengucap tertanam rasa kelemahan dihadapan Allah SWT. Namun, pada saat yang sama, tertanam pula kekuatan, rasa percaya diri, dan optimisme karena ia merasa memperoleh bantuan dan kekuatan dari Allah - sumber segala kekuatan. Apabila suatu pekerjaan di lakukan atas bantuan Allah maka pasti ia sempurna, indah, baik dan benar karena sifat-sifat Allah “berbekas” pada pekerjaan tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Allah, yang dimohonkan bantuan-Nya itu, memiliki sifat sifat yang Mahasempurna. Ada dua sifat kesempurnaan yang ditekankan, yaitu Al-Rahman dan Al-Rahim. Al-Rahman adalah curahan rahmat-Nya secara aktual yang diberikan di dunia ini kepada alam raya, termasuk manusia (mukmin maupun kafir). Sedangkan Al-Rahim adalah curahan rahmat-Nya kepada mereka yang beriman yang akan diberikan kelak di akhirat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedua sifat tersebut yang ditanamkan dan yang diusahakan untuk memenuhi jiwa setiap pengucap basmalah agar seluruh sikap dan perbuatannya diwarnai oleh curahan rahmat dan kasih sayang bukan hanya ditanamkan pada sesama mukmin atau sesama manusia, tetapi juga pada binatang, tumbuh-tumbuhan, bahkan juga pada makhluk-makhluk tak bernyawa sekalipun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ucapkanlah basmalah pada saat kita mulai menulis, niscaya tulisan dan apa yang kita tulis akan menjadi indah dan benar. Kasih sayang akan tercurah pada pena dan kertas, sehingga anda tidak menyia-nyiakannya. Ucapkanlah basmalah pada saat kita memakai pakaian, berjalan, menyembelih hewan, bekerja, berbaring dan sebagainya, agar kasih sayang tercurah pada kita, dan kita pun mampu mencurahkannya kepada yang lain. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116697556454770726?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116697556454770726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116697556454770726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116697556454770726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116697556454770726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/12/memulai-aktifitas-dengan-basmalah.html' title='Memulai aktifitas dengan Basmalah'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116471809779156171</id><published>2006-11-28T19:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-28T19:48:17.806+07:00</updated><title type='text'>Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)&lt;br /&gt;Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) &lt;br /&gt;Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)&lt;br /&gt;Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116471809779156171?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116471809779156171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116471809779156171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116471809779156171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116471809779156171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/11/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html' title='Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33744486.post-116470778047780749</id><published>2006-11-28T16:53:00.000+07:00</published><updated>2006-11-28T16:56:20.483+07:00</updated><title type='text'>Bacalah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; ''Pertama adalah kata&lt;br /&gt;selanjutnya adalah kita''&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Tulisan kaligrafi di atas memberi inspirasi bagi kita untuk mengakrabi dunia kata-kata. Tiap orang yang membacanya akan terkagum-kagum pada kedalaman filosofinya, sekaligus menunjukkan siapa pemilik karya tersebut. Adalah HB Jassin yang mengoleksinya di atas dinding di Pusat Dokumentasi HB Jassin, Taman Ismail Marzuki. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Kekaguman akan kaligrafi tersebut membuat kita terus merenung apa makna sebenarnya dari balik tulisan sastra itu. Tafsir atas teks di atas mengarah kepada dorongan untuk membaca. Tafsirannya kira-kira begini: Manusia berawal dari huruf, huruf merakit kata kemudian tersusunlah sebuah kalimat yang dapat dibaca yaitu MANUSIA. Kenapa? Manusia dapat dikatakan manusia ketika manusia dapat diucapkan dan dibaca melalui kata-kata. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Dari sinilah kita akan memahami kenapa Kanjeng Nabi membawa pesan atau wahyu yang pertama kali kepada bangsa Arab pada masa itu berupa &lt;i&gt;iqra&lt;/i&gt;, membaca. Bukan bekerja atau berdoa. Begitu juga kenapa pula pusaka negeri Amarta berupa kitab bukan keris, tombak, atau bom, atau pedang bikinan para dewa. Hal ini setidaknya menjadi pertanda bahwa membaca adalah pekerjaan mulia dan utama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Lantas, kenapa kita meninggalkan wahyu pertama, surah Al-'Alaq dari Alquran itu? Bila kita tengok sejarah peradaban, Islam berjaya dengan gemilang hingga mencapai puluhan abad lamanya tidak lain dimulai dari kerja keras Nabi menghidupkan tradisi membaca di kalangan sahabatnya. Mengutip Nashr Hamid Abu Zaid, peradaban Islam adalah peradaban teks. Oleh karena itu, hari ini Islam mengalami kemunduran tiada lain disebabkan umatnya tidak lagi menjadikan membaca sebagai aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Padahal dengan membaca, manusia dapat naik derajatnya menjadi makhluk yang lebih utama dibanding makhluk lainnya. Membaca itu boleh apa saja, apakah berupa ayat &lt;i&gt;qauliyah&lt;/i&gt; (teks) atau juga ayat &lt;i&gt;kauniyah&lt;/i&gt; (alam semesta). Membaca Alquran itu wajib, membaca koran juga penting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Dengan membaca teks dari ayat-ayat suci, manusia berarti membaca &lt;i&gt;manual book&lt;/i&gt; kehidupannya sendiri. Dengan membaca koran manusia akan memperoleh informasi yang banyak sehingga memiliki wawasan yang luas sedangkan membaca alam semesta manusia akan memahami tugasnya sebagai khalifah yang harus memakmurkan bumi bukan menghancurkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Bangsa Jepang akhirnya maju menjadi kekuatan di Asia yang memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan, salah satu penyebabnya kegiatan membaca sudah menjadi budaya masyarakat setempat. Baik di atas bus kota, kereta, ataukah sedang duduk di tempat-tempat umum, masyarakat Jepang tidak pernah lepas dari buku. Nah, mereka mampu membuktikan revolusi dengan membaca. Mereka bisa, kenapa kita tidak ingin seperti mereka? Tanya kenapa! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33744486-116470778047780749?l=dmrulirubrik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/feeds/116470778047780749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33744486&amp;postID=116470778047780749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116470778047780749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33744486/posts/default/116470778047780749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dmrulirubrik.blogspot.com/2006/11/bacalah.html' title='Bacalah'/><author><name>dmruli</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_i81xJ7qhLfc/TPUl3LuQ0fI/AAAAAAAAAO8/CcQfGqaJkWw/S220/aqu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
